Contact Form

 

TEKANAN DARAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Anatomi Fisiologi Manusia yang dibina oleh Bapak Soewolo dan Ibu Nuning Wulandari jurusan Biologi Universitas Negeri Malang.
A. TOPIK
Mengukur Tekanan Darah pada Arteri dan Vena

B. TUJUAN
1. Mengukur tekanan arteri dan tekanan vena secara tidak langsung
2. Meneliti berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan perbedaan besar antara tekanan arteri dan tekanan vena

C. WAKTU
Senin, 21 Oktober 2013

D. DASAR TEORI
Tekanan darah adalah istilah yang mengacu kepada tekanan yang diberikan oleh cairan darah kepada dinding pembuluh darah ketika sedang mengalir didalamnya, atau dengan kata lain tekanan yang dirasakan oleh dinding pembuluh darah akibat dari darah yang mengalir didalamnya. Besarnya tekanan ini bervariasi seiring dengan mengecilnya ukuran pembuluh darah. Tekanan paling besar dialami oleh pembuluh arteri dan yang paling kecil dialami oleh pembuluh halus (vein). Nilai tekanan darah yang diukur dalam dunia kedokteran adalah tekanan yang dialami oleh pembuluh arteri (Indraswara, 2013).

Tekanan darah umumnya dihasilkan oleh kontraksi jantung yang akhirnya mencapai vena di daerah tepi. Agar terjadi gradien tekanan yang mencukupi antara daerah tepi dan vena menuju jantung, perlu ada mekanisme yang membuat perbedaan tekanan karena merendahnya tekanan pada vena kava atau atrium kanan. Diantaranya adalah akibat diatol atrium, gerakan pernapasan, kontraksi otot rangka, dan kegiatan katup semilunar. Karena atria relaksasi setelah melakukan kontraksi yang mengosongkan darah didalamnya, maka tekanan darah di atrium setelah relaksasi lebih rendah dari tekanan di vena kava (Soewolo, 2005).
Tekanan darah terbagi menjadi dua jenis, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan yang dihasilkan pada saat jantung mulai berdenyut dan berkontraksi memompa darah keluar dari jantung. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan yang dihasilkan pada saat jantung berelaksasi setelah berdenyut. Keduanya memiliki nilai yang selalu berubah-ubah setiap kali jantung berdenyut. Perubahan tersebut juga dapat disebabkan oleh macam faktor lain, seperti stress, perasaan tidak nyaman, kandungan nutrisi dalam makanan konsumsi obat-obatan, penyakit dan olahraga. Pengukuran nilai tekanan darah sebaiknya diambil ketika pikiran sedang rileks dan posisi tubuh dalam keadaan senyaman mungkin, serta tidak mengkonsumsi produk yang mengandung kafein, nikotin, dan alkohol dalam kurun waktu 30 menit (Anonim, 2013).

Dalam keadaan sehat, tekanan sistol dan diastol seseorang adalah 120/80. Artinya tekanan sistol=120 mmHg, sedangkan tekanan diastol 80 mmHg. Perbedaan antara besaranya tekanan sistol dan diastol disebut tekanan denyutan yang rata-ratanya adalah 40 mmHg (Soewolo, 2005).
Nilai tekanan darah yang sehat untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun keatas adalah bertekanan sistolik kurang dari 121mmHg. Bila nilai sistoliknya berkisar antara 121 – 139 mmHg, maka orang tersebut mengalami Prehypertansion, dimana tekanan darahnya lebih tinggi dari tekanan darah yang dianjurkan. Tekanan darah tinggi (Hypertension) dibagi menjadi dua tahap, yaitu tekanan darah tinggi tahap 1 dan tahap 2. Bila nilai tekanan sistolik berada diantara 140 – 159 mmHg maka disebut tekanan darah tinggi tahap 1 (Stage 1 Hypertension). Kondisi dimana nilai sistolik lebih tinggi dari 159 mmHg disebut dengan tekanan darah tinggi tahap 2 (Stage 2 Hypertension) (Kumboyono dkk, 2012). Sedangkan tekanan normal vena bervariasi antara 30-90 mmHg; tekanan vena pada tangan antara 30-40 mmHg (Soewolo dkk, 2001).

E. ALAT DAN BAHAN
-    Stetoskop        -  Sphygnomanometer
-    Alkohol 70%    -  Kapas

F.    PROSEDUR KERJA
1.    Mengukur Tekanan Arteri
 2.    Mengukur Tekanan Vena
 G. DATA
1. Mengukur Tekanan Arteri


 2. Memperkirakan Tekanan Vena
H. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, pengukuran tekanan arteri menggunakan alat Sphygnomanometer. Subjek yang diukur tekanan darahnya diusahakan duduk santai dan nyaman dengan salah satu lengan diletakkan pada meja. Untuk kemudian diukur tekanan darah baik sistol maupun diastolnya. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada laki-laki dan perempuan masing-masing tiga kali ulangan. Berdasarkan data yang diperoleh, pada laki-laki memiliki rata-rata tekanan sistol sebesar 120 mmHg dan tekanan diastolnya 80 mmHg yang pada ketiga ulangannya memiliki nilai yang sama. Pada data perempuan ulangan pertama dan ketiga besar tekanan sistol 120 mmHg, sedangkan pada ulangan kedua tekanan sistolnya lebih besar yaitu 130 mmHg sehingga didapatkan rerata tekanan sistol pada perempuan sebesar 123 mmHg. Sedangkan tekanan diastolnya pada ketiga ulangan sebesar 80 mmHg sehingga rata-ratanya tetap 80 mmHg.
“Dalam keadaan sehat, tekanan sistol dan diastol seseorang adalah 120/80. Artinya tekanan sistol=120 mmHg, sedangkan tekanan diastol 80 mmHg. Perbedaan antara besaranya tekanan sistol dan diastol disebut tekanan denyutan yang rata-ratanya adalah 40 mmHg (Soewolo, 2005).”
Berdasarkan pada dasar teori, pada subjek laki-laki yang diukur tekanan darahnya memiliki nilai sistol/diastol sebesar 120/80 yang tergolong dalam keadaan sehat.
“Nilai tekanan darah yang sehat untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun keatas adalah bertekanan sistolik kurang dari 121mmHg. Bila nilai sistoliknya berkisar antara 121 – 139 mmHg, maka orang tersebut mengalami Prehypertansion, dimana tekanan darahnya lebih tinggi dari tekanan darah yang dianjurkan (Kumboyono dkk, 2012).”
Sedangkan pada subjek perempuan yang diukur tekanan darahnya memiliki nilai sistol/diastol sebesar 123/80 yang tergolong mengalami Prehypertension.
“Perbedaan antara besaranya tekanan sistol dan diastol disebut tekanan denyutan yang rata-ratanya adalah 40 mmHg (Soewolo, 2005).”
Tekanan darah pada setiap denyutan memiliki rerata 40 mmHg, jadi pada kedua subjek yang diamati memiliki tekanan denyutan yang cenderung normal. Kemudian pada perkiraan tekanan darah pada vena dengan menggunakan metode pengujian yang lebih sederhana, yaitu dengan mengukur jarak (mm) antara saat vena superficial nampak dan tidak. Berdasarkan data yang diperoleh, pada ulangan pertama didapat jarak antara saat vena superficial nampak dan tidak (x) adalah 180mm, ulangan kedua 170mm dan ulangan ketiga sebesar 130mm. Sehingga diperoleh reratanya sebesar 160mm. Untuk menghitung besar tekanan darah pada vena dapat menggunakan persamaan rumus sebagai berikut;
Sehingga berikut merupakan perhitungan tekanan vena berdasarkan data;
Pv (U1)  =  1,056 x 180 ÷ 13,6 = 14,02 mmHg
Pv (U2)  =  1,056 x 170 ÷ 13,6 = 13,05 mmHg
Pv (U3)  =  1,056 x 130 ÷ 13,6 = 10,13 mmHg
Pv (rerata)  =  1,056 x 160 ÷ 13,6 = 12,47 mmHg
    “Sedangkan tekanan normal vena bervariasi antara 30-90 mmHg; tekanan vena pada tangan antara 30-40 mmHg (Soewolo dkk, 2001).”
Jika dibandingkan dengan dasar teori, subjek yang diukur tekanan darah pada venanya memiliki nilai yang jauh dibawah batas normal. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari usia, pekerjaan/aktifitas, asupan nutrisi dll.   

I. KESIMPULAN

Mengukur tekanan arteri dan tekanan vena secara tidak langsung dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sphygnomanometer dengan bantuan stetoskop untuk menukur arteri, sedangkan untuk mengukur vena dilakukan secara sederhana dengan mengukur jarak antara nampak dan tidaknya vena superficial.
Berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan darah dan perbedaan besar antara tekanan arteri dan tekanan vena adalah salah satunya dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, asupan nutrisi/makanan, gaya hidup dll.

J. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Tekanan Darah. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20131/4/Chapter%20II.pdf (Online) diakses pada 24 Oktober 2013.

Indraswara, dkk. 2012. Tekanan Darah Antara Pria dan Wanita Hipertensi yang Mengalami Obesitas Tingkat II di poliklinik Jantung RS. Saiful Anwar Malang. http://old.fk.ub.ac.id/artikel/id/filedownload/keperawatan/PANJI%20ARIK%20INDRASWARA.pdf (Online) diakses pada 24 Oktober 2013

Kumboyono, 2012. Tekanan Darah Arteri. http://ejournal.undip.ac.id/index.php/medianers/article/download/702/pdf (Online) diakses pada 24 Oktober 2013

Soewolo, dkk. 2005. Fisiologi Manusia. Malang: UMPress

Soewolo, dkk. 2011. Petunjuk Praktikum Fisiologi Manusia dll. Malang: JICA

Total comment

Author

Unknown